Sejarah

Sejarah Singkat

Cikal bakal Jurusan kimia dimulai pada tahun 1981 ketika Laboratorium Dasar dibentuk untuk melayani perkuliahan dan praktikum bagi fakultas eksakta yang ada di lingkungan Universitas Brawijaya. Setelah dilakukan peningkatan ketersediaan peralatan dan instrumen melalui proyek kerjasama dengan NUFFIC Belanda, IDP Australia dan GTZ Jerman maka Laboratorium Dasar dikembangkan dan diresmikan menjadi program studi Kimia pada tahun 1987 (SK Rektor No. 070/SK/1987) di bawah koordinasi Program FMIPA. Pada tahun 1993 Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0371/0/1993 menetapkan Jurusan Kimia sebagai pelaksana penyelenggara pendidikan program studi S1 Kimia dan berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Saat ini Jurusan Kimia FMIPA UB menyelenggarakan tiga program studi yaitu sarjana atau S1, magister atau S2. dan doktor atau S3. Jalur penerimaan mahasiswa program sarjana adalah melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK). Adapun jalur penerimaan mahasiswa program magister dan doktor adalah melalui Seleksi Masuk Pascasarjana.

Pendidikan yang dilaksanakan di Jurusan Kimia mengacu pada Renstra Universitas Brawijaya, Renstra Fakultas MIPA dan Renstra Jurusan Kimia 2015 – 2019, dimana program pendidikan tinggi dilakukan untuk mendukung tujuan tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan, berkesetaraan dan berdaya saing internasional. Jurusan Kimia selalu melakukan evaluasi diri secara terus menerus dan konsisten sebagai pijakan untuk meningkatkan kualitas layanan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Evaluasi tersebut dilakukan baik secara internal (AIM) maupun secara eksternal oleh Badan Akreditasi Nasional dengan perolehan nilai akreditasi adalah A.