Department of Chemistry

FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES -
Ditulis pada 6 June 2016 , oleh admin , pada kategori Berita

angggota_-_captionTiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mencoba untuk memberikan alternatif pengobatan penyakit Diabetes Melitus (DM) tipe II menggunakan kulit pohon sengon. Mereka adalah Dinna Norani Pangestin (Kimia 2013), Pebri Ari Pangesti (Kimia 2013) dan Wahyuningyan Arini (Biologi 2014).

Dinna, mengatakan obat dari kulit sengon bisa menjadi pilihan selain suntik insulin. Namun pengobatan dengan terapi insulin memiliki efek samping. Efek samping itu diantaranya hipoglikemia dan obesitas. Hipoglikemia adalah kondisi darah yang kandungan glukosanya menurun secara abnormal. Oleh karena itu, melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) dengan bimbingan Masruri S.Si., M.Si, Ph.D, mereka melakukan penelitian lebih dalam terkait kulit sengon.

“Kayu sengon mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder penting. Senyawa-senyawa ini antara lain alkaloid, fenolik, tannin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Menurut beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa senyawa metabolit sekunder golongan triterpenoid ini yang berpotensi aktif (bioaktif) dalam menurunkan kadar gula dalam darah. Sehingga. Senyawa golongan ini dapat digunakan dalam mengobati ataupun mencegah¬† bertambahnya penyakit diabetes mellitus,”¬† Kata Dinna.

Sengon yang digunakan oleh mereka adalah pohon sengon dari Probolinggo. Pohon sengon yang digunakan adalah pohon sengon yang sudah berumur produktif sekitar 5-9 tahun. Sengon di usia tersebut sudah siap untuk ditebang. Untuk penelitian ini memang dipilih sengon yang siap dimanfaatkan, karena sebagian besar yang dijual oleh pemilik pohon sengon adalah kayunya sedangkan kulitnya hanya menjadi limbah.